Peraturan! [Must Read ^w^]

Holla everybody ^w^ MySpace

Saya hanya ingin memiliki peraturan di WP saya ^^ Boleh tidak?

Okeh okeh~ Ini kan WP saya. Terserah saya yakMySpace

Kalau begitu. . Sebagai author WP ini, saya memiliki banyak peraturan gila di WP ini ^.^

Setidaknya, kalian coba untuk memahaminya deh.. Karena, saya tidak memiliki kata-kata yang bagus dan indah untuk memberitahukan peraturannya ~MySpace

Oke.. Inilah peraturan penting yang sebenarnya tiak perlu diikuti: Click here !

Tinggalkan sebuah Komentar

Diproteksi: You need my shoulder? or not? T_T

Tulisan ini dilindungi kata sandi. Untuk melihatnya mohon masukkan sandi Anda di bawah ini:

Masukkan kata sandi Anda untuk melihat komentar.

[FF] Memories of summer

Title : Summer’s memories [Memories of Summer]

Cast : Lee Injun, Kim Rin Ri

Other Cast: Jo Kwang min

Leght : One shoot

NB: Judul ga sesuai dengan isi, itu saya soalnya lagi demen lagu DAIKOKU DANJI yang MEMORIES OF SUMMER, jadi saya bikin aja >w<

☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆♡

Musim semi berganti  musim panas. Seorang yeoja sedang duduk di bawah pohon sambil membaca buku cerita fiksi. Sesekali yeoja itu mengarahkan pandangannya kekanan dan kekiri mencari sesuatu atau mungkin seseorang. Kaki putihnya di selonjorkan (?) dan tubuhnya disenderkan (?) di batang pohon besar yang teduh itu. Tidak lama kemudian, seorang namja datang, dan langsung membaringkan kepalanya di kaki putih yeoja itu. Yeoja itu kaget, dan mengalihkan pandangannya kearah kakinya, lalu memukul lengan namja itu pelan, dan melanjutkan membaca buku fiksi yang sepertinya lebih bagus daripada apapun.

“Jagi~~” rengek namja itu karena merasa tidak diperhatikan. “Jagiya~~” panggilnya lagi. Namun yeoja itu tidak mengubrisnya, dan tetap saja membaca buku fiksi nya. Merasa kesal, namja itu menarik buku itu paksa, dan secara cepat, namja itu mengambil bibir yeoja itu – mencium nya sekilas.

“Ya! Injun-ah~” katanya yeoja itu kesal sambil mengambil kembali buku fiksi dari tangan namjachingu-nya itu, Lee Injun.

“Kalau kamu datang hanya untuk menggangguku membaca, lebih baik kamu pulang saja,” katanya sambil serius membaca lagi. Injun mengerucutkan bibirnya, dan membuat pipinya tampak lebih gembul (?) dari biasanya. Ia menarik tangan yeojachingu-nya itu, seperti seorang anak kecil yang sedang meminta permen kepada eommanya v(-_____-)v

“Kim Rin Ri-ya~” panggilnya sambil merengek. “Rin~ Rin~ Riiinnn” katanya lagi sambil menoel-noel(=w=”) lengan Rin Ri.

“Ya! Keanak-anakan sekali kamu~” balasnya sambil mencubit pelan pipi Injun. “Baiklah~ mau kemana kita sekarang?” tanyanya sambil memasukkan buku itu kedalam tasnya.

Injun sendikit berfikir. Pipinya digembungkan – itulah kebiasaannya – dan diam sambil menatap keatas. “Toko ice cream~” katanya dengan nada imut yang membuat EunJay couple muntah(>w

“Toko ice cream?” ulang Rin Ri sambil berfikir sebentar. “Jinjja~ adikku saja tidak seanak-anakan kamu tingkahnya, Injun-ah~” katanya sambil menarik tangan Injun yang sekarang sedang mengerucutkan bibirnya (udah jelek, makin jelek deh =w=”) #plak “Kajja~”

☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡

“ICE CREAM~~” teriak Injun didepan toko Ice cream yang baru buka itu.”Rin-ya~ lihat ini!” teriaknya lagi sambil menunjuk sebuah papan pengumuman. “Discount 50% untuk pasangan!” katanya semangat. “Palli~ ayo masuk!! kita beli yang banyak!~”

Rin menepuk jidatnya melihat tingkah Injun yang memalukan itu. Berteriak-teriak di depan toko ice cream seperti orang gila. Entah dulu kenapa dia bisa menerimanya, mungkin saat itu dia kena jampe-jampe injun =o=”)v

“Annyeonghaseyo~” sapa pelayan toko itu sambil membungkukan badannya. “Anda mau pesan apa?” tanyanya ramah sambil tersenyum.

Injun dengan semangat langsung memesan 2 ice cream besar rasa vanilla dan strawberry. “50% discount untuk pasangan kan? jadi harganya 5000won , OK?” kata Injun sambil mengeluarkan selembar uang 10ribu won.

“Ne? Kalian pasangan? oh mian~ tadinya aku kira kalian kakak-adik .__.” kata penjaga toko itu sambil mengambil uang yang di sodorkan oleh Injun.

Injun menatap Rin, lalu menarik pinggangnya, mendekat ke arahnya. “Dia pacarku, dan mungkin akan menjadi istriku ^^” katanya bangga, dan membuat orang-orang di toko itu muntah massal (eh?!)

Rin dan Injun mengambil ice cream mereka yang super duper besar, dan keluar dari toko ice cream itu. Mereka kembali ke taman tadi, dan memakannya di bawah pohon berdua. Namun Injun memperlihatkan wajah yang aneh, dan tidak seperti biasanya – ceria dan keanak-anakan =w=

“Wae?” tanya Rin yang bingung dengan sikapnya sejak pulang dari toko ice cream itu.

“Ani~ aku hanya bingung, kenapa orang-orang selalu bilang kalau kita mirip kakak-adik?” katanya sambil mengaduk-aduk icce cream vanilla nya.

“Injun-ah~…….”

“Mwo? tapi memang sepertinya kita mirip kakak-adik kan? Aku selalu mengganggumu saat kamu sedang membaca, lalu sikapku juga terlalu keanak-anakkan.” katanya. “Mungkin kita hanya cocok sebagia kakak-adik… iyakan? apa kamu tidak pernah merasa kalau hubungan kita seperti kakak-adik?”

“Ya! Injun-ah~……. dengarkan aku. Aku selalu menganggapmu seorang namja chingu, bukan dongsaeng.”

Injun tetap mengaduk-aduk ice cream nya dengan tatapan kosong. “Aku pergi, ya?” katanya akhirnya. Ia meninggalkan ice cream nya, dan pergi meninggalkan Rin sendirian. Rin menghela nafas pelan dan menatap punggung Injun yang sedikit demi sedikit tidak terlihat.

☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆♡

Sudah 2 minggu Rin dan Injun tidak bertemu. Biasanya mereka akan bertemu setiap hari, di tempat yang sama setiap jam 13.00, tepat setelah Injun selesai latihan dalam masa-masa trainee nya. Rin berfikir, mungkin Injun memang benar-benar meninggalkannya sekarang.

Rin duduk dibangku yang tersedia di pinggir sungai Han. Waktu di korea sudah menunjukkan pukul 12 malam, dan itu waktu yang tepat untuk Rin menangis. Sehari setelah kejadian itu, Rin tetap datang ke taman, melakukan aktivitasnya – membaca buku fiksi sambil menunggu Injun datang. Hari itu, Rin membawa ice cream vanilla kesukaan Injun. Siapa tahu, dengan memberikan Injun ice cream, Injun tidak pernah memikirkan kata-kata orang tentang mereka. tapi…. sejak hari itu juga, Injun tidak menampakan dirinya. Hilang~ Rin sudah mencoba menghubungi handphonenya, namun tidak pernah di angkat. Rin juga sudah mencoba datang ke dorm nya, tapi anggota lain bilang dia tidak ada. Akhirnya, di simpulkanlah, kalau Injun benar-benar meninggalkannya.

“Rin-ah~” panggil seseorang.

“Kwangmin-ah~” jawabnya sambil menghapus air mata yang terlanjur mengalir seperti sungai yang indah di malam hari #aelah bahasa gw abal#

“Jangan nangis…….”

“Ani~ aku ga nangis kok……” kata Rin sambil mengusap matanya lagi. Kwangmin menarik lengan Rin, dan memeluknya.”Kwangmin-ah~ lepaskan…..” kata Rin sambil terisak.

“Rin-ah~ biarkan aku tetap seperti ini. Tetaplah menangis sesukamu. Aku akan mendengarkan……”

Tanpa mereka sadari, Injun sedari tadi memperhatikan dari kejauhan apa yang sedang Rin dan Kwang lakukan. Ia menatapnya dengan tatapan yang sangat tidak bisa digamparkan (eh~) gambarkan maksudnya. Wajahnya menampakkan kalau dia kesal, tapi disisi lain bisa di gambarkan kalau dia sedih dan nterpukul.Entah keberanian dari mana, Ia datang dan menghampiri Kwang-Rin.

Injun menarik lengan Rin dan menjauhkannya dari Kwang. Injun menarik kerah baju Kwang dan melemparkan tubuh Kwang ke tanah, dan Kwang menatap Injun dengan tatapan tidak terima. Kwang berdiri, merapikan bajunya, dan menatap Injun dengan tatapan merendahkan. “YA! Kau berani melawanku!?” teriak Kwang kepada Injun. Injun yang tadinya akan membawa Rin pergi dari situ, langsung menatap Kwang dengan tatapan seperti ingin membunuh (ergh~) lalu Ia menghampiri Kwang dan menonjok (y) pipinya. Darah keluar dari pinggir mulut Kwang. Kwang mengelap darah itu dengan jempolnya, dan tersenyum sinis menatap Injun. “Hanya segitu kemampuanmu?! Tidak malu ya!? Lihat, yeoja mu sekarang menangis untukmu!” katanya sambil berusaha berdiri dan membetulkan bajunya lagi (muahahah xD #eh~) Injun yang geram, langsung menghampiri Kwang, dan menggenggam kerah bajunya kasar.

“Dengar ya?! KAU HANYA ANAK KECIL YANG TIDAK TAHU APA-APA!” teriaknya tepat didepan kwang. (iyuhh, pasti bau mulutnya =w= #plakjeeder)

“YA! Kau yang anak kecil, INJUN-AH~” balas Kwang. Injun menonjok pipi Kwang lagi, dan memelintir (?) tangannya. Setelah itu, Injun mendorong Kwang jatuh ke tanah. Tangan Kwang patah (yeah~ ternyata gara2 Injun tangan Kwang kena perban undah 1 bulan ._.)

Setelah itu, Ia menarik tangan Rin dan membawanya pergi dari taman itu ke sebuah kedai kopi 24jam.

“Rin-ah~” panggil nya saat melihat Rin masih menangis sambil memegangi kopinya. “Mianhae~”

Rin tetap menangis, sambil menatap ke bawah, menghindari tatapan Injun. “Ani~ aku yang seharusnya minta maaf..”

“Rin-ah~……” Injun mengeluarkan sebuah kotak merah, dan menatap Rin dalam. “Rin-ah~….. maukah kau menikah dengan cowo kekanak-kanakkan seperti aku?” tanyanya sambil tetap menata Rin. Rin yang sedari tadi menatap ke bawah, langsung menatap Injun bingung.

“Ne?”

“Maukah Kim Rin Ri menikah dengan namja yang tidak bisa apa-apa seperti Lee In Jun?” ulangnya sambil membuka kotak merah itu. Ada sebuah kalung yang terdapat cincin didalam kotak itu.

“Injun-ah~…” kata Rin Ri dengan mata berkaca-kaca. Tanpa di suruh, Injun mengeluarkan kalung yang setiap hari di kenakannya.

“Sama kan? Kalung ini juga ada cincin nya :) ” *beneran ada loh kalung injun yang ada cincinnya ._. liat aja di Indonesia story 2 >w

“NE!” kata Rin sambil mengusap matanya yang sekarang mengeluarkan aliran sungai yang lebih indah lagi #ea bahasa gw bikin muntah#

“Saranghae, Rin ah~~” katanya dengan suara imut. “Mulai sekarang ke-aegyo-an ku hanya akan aku tunjukkan didepanmu~”

“Nado saranghae, teddy-ah~~”

“Kalau begitu, besok kita harus bertemu lagi seperti biasa di taman ! Mumpung masih musim panas, Rin ah~ dan………… ICE CREAM masih promosi!!”

“YA~ STOP memakan ice cream atau kau akan gendut seperti teddy~”

“Aku memang imut seperti teddy. Karena itu kan kamu suka sama INJUN-TEDDY♥”

“Aigoo~ tunggu… tapi tadi itu sangat keren. Saat kamu melempar Kwang ~ DAEBAK!”

“Itu hasil latihanku 2 minggu >//

“Ne?! Jadi 2 minggu ini kamu ke gym?!”

“Ne…~”

“INJUNNIE!!”

“MWO?”

END

Maaf kalo ff nya ganyambung, banyak kesalahan ngetik, terus cerita ga nyambung ok m(_ _)m

Tinggalkan sebuah Komentar

My most played this Month – June

Nothing to do =,=”) so, I’m making this note ~

UNIMPORTANT note -__-~) check it !

  1. Daikoku Danji – Magic (Y)
  2. Daikoku Danji – Memories of Summer (Y)
  3. DGNA – Propose
  4. Daikoku Danji – Love Bingo! (Y)
  5. Daikoku Danji – To the Unseen Future
  6. DGNA – Noone… Anyone
  7. Daikoku Danji – Love Power
  8. Daikoku Danji – I want to steal you right now
  9. DGNA – Stumble stumble
  10. DGNA – Admiring boy
  11. Daikoku Danji – It Will Be the Last
  12. DGNA – The One
  13. Boyfriend – Let’s get it Started
  14. DGNA – Confession [Cover]
  15. DGNA – New Boyz
  16. DGNA – Awake Intro
  17. N-Train – One Last Cry
  18. LEDapple – Who Do You Think You Are
  19. X-5 – Xenos 5
  20. Xing – Studying abroad
  21. Boyfriend – Boyfriend
  22. Beast – Fiction
  23. Joo ft. Leeteuk – Ice cream
  24. Sistar19 – Ma boy
  25. DGNA – Shining world
  26. Beast – Calling you
  27. Shota Shimizu – FOREVER LOVE ~ Jihwan’s fave song :3
  28. Jewelry – Pass
  29. MBLAQ – Again
  30. Xing – In your hands [Kebin version]
  31. Xing – In your hands
  32. IU ft Key – Love letter for you [Cover]
  33. 5Dolls – Like this or that
  34. 2PM – Hands up (/>w<)/
  35. M&D [Heechul - Jungmo] – Close ur mouth
  36. Taecyeon ft Nichkhun – My Valentine
  37. Beast – On rainy days
  38. 2NE1 – Lonely
  39. IU – Alicia
  40. A Pink – I don’t know

Shock! .__.

What do you think about my most played? (~^w<~)

Tinggalkan sebuah Komentar

Help me to make this FF :D

Jung Jinyoung melangkahkan kakinya memasuki sebuah kota yang sangat gelap. Dia melihat kesekelilingnya, dan tidak menemukan seorangpun di kota itu. ‘Dimana aku?’ gumamnya pelan sambil terus berjalan. Tiba-tiba seorang namja menampakan dirinya tepat didepan Jinyoung. Jinyoung yang merasa sangat kaget atas ‘penampakan’ lelaki yang usianya tidak jauh dari dirinya itu langsung mundur seketika. “Nuguseyo?” tanyanya sambil menatap laki-laki kecil didepannya itu.

Namanya Jeon Jihwan. Laki-laki yang menampakan dirinya didepan Jinyoung bernama Jihwan. Jihwan telah meninggal 2 tahun yang lalu, dan dia memiliki seorang yeojachingu hantu juga di dunia ini, dan k arena alasan itu, Jihwan enggan untuk menuju dunia lain – tempatnya berada- dan memilih bersama yeojanya di sini.

Jihwan melayang didepan Jinyoung yang sedang melihat keadaan ‘rumah’ Jihwan. “Ini rumahku saat aku masih hidup..” katanya sambil tetap melayang di dekat Jinyoung. Jinyoung mengangguk paham dan berjalan memasuki kamar-kamar yang ada disini. “Jadi, siapa namamu?”

“Jung Jinyoung..” jawab  Jinyoung singkat. “Kamu benar-benar hantu?” tanyanya sambil melihat Jihwan dari ujung kepala sampai ujung kakinya. “Kakimu menyentuh tanah.” Katanya lagi sambil menunjuk kaki Jihwan yang menginjak lantai rumahnya.

Jihwan tertawa dan melayang didepan Jinyoung. “aku melayang..” katanya. Jinyoung hanya melihatnya sambil mengangguk. “Tapi jika aku ingin, aku bisa menapakkan kakiku dilantai.” lanjutnya.

Tinggalkan sebuah Komentar

Nothing’s over, BUT now is OVER

Title       : Nothing’s Over, but NOW IS OVER
Cast       : Lee Sungyeol
Other Cast     : Yourself as Cho Jihyun
Genre     : Sad ending (?), Sweet Love (?), Romance
Rating     : All Ages J
Disclaimer : Lee Sungyeol is mine (yeah!) Cho Jihyun is yours ~
BGSound  : Nothing’s over by INFINITE

Happy READING :)

‘DJ Sungyeol DAEBAK-DAEBAK!’ teriakan orang-orang terdengar disebuah klub malam saat itu. ‘SUNGYEOL-AH~ DAEBAK!’

_*_*_*_

‘Sungyeol-ah, jinjja?!’

‘Sungyeol-ah..’

‘Sungyeol-ah!’

Lee Sungyeol.  Namja berusia 20 tahun itu melangkahkan kakinya melewati jalan-jalan disepanjang kota Seoul yang sudah sepi. Tetapi, senyumnya tidak hilang dari wajahnya, walaupun sudah lebih dari dua kali dia menguap, lelah.

“Ya! Itu Sungyeol oppa!” teriak seorang yeoja sambil menyikut teman disebelahnya.

Sungyeol melihat kedua yeoja tersebut dan menatapnya sebentar. Sungyeol tersenyum kepada kedua yeoja tersebut walaupun dia sudah lelah karena pekerjaannya hari ini.

“Oppa, bisakah kita berfoto?” tanya yeoja itu malu. Sungyeol mengambil handphone yang digenggam oleh yeoja itu.

“Siapa namamu, adik manis?” tanya Sungyeol ramah.

“Cho Jihyun.”

“Baiklah Cho Jihyun-ah, hana, dul, set!”

_*_*_*_

09.00 AM

Lee Sungyeol bangun dari tidurnya yang hanya sebentar. Pekerjaan malam membuatnya harus merelakan waktu tidurnya berkurang. Sejak menjadi DJ, dia terkenal diantara para penikmat musik malam.

“YA!Babo, bangun!” teriak seorang yeoja dari sebelah kamar kos-kosannya. Dia merasa terganggu karena yeoja itu membuat paginya yang indah menjadi tidak tentram karena teriakannya.

“YA!Kau diam!” teriak Sungyeol dari dalam kamarnya dengan keadaan setengah sadar. Sungyeol mencuci wajahnya, dan bergegas keluar untuk memarahi yeoja tidak dikenal yang pagi-pagi sudah merusak mood nya itu.

Kos-kosan yang disewanya dengan harga murah itu memang selalu didatangi orang-orang yang tidak dikenal seperti para penagih hutang. Semua penghuni di kos-kosan murah ini biasanya didatangi oleh para penagih hutang pagi-pagi sekali. Seperti sekarang ini. Tapi anehnya, dan baru pertama kali terjadi, seorang yeoja telah datang seperti penagih hutang. OKE, Walaupun Sungyeol tidak pernah didatangi oleh para penagih hutang seperti para teman-teman kos-kosannya.

“Lee Sungyeol?” kata yeoja yang berteriak tersebut saat melihat seorang LEE SUNGYEOL, DJ terkenal di Seoul keluar dari sebuah kamar di kos-kosan murah seperti itu.

“Nuguya?!”

“Cho Jihyunni.. Lupa? Igeo!” katanya sambil menunjukkan sebuah foto. Sungyeol menggenggam gitar di sebelah kirinya, sedangkan sebelah kanannya mengambil foto itu. Itulah yang terlihat di layar handphone milik yeoja yang bernama Cho Jihyun.

“Tadi malam?” tanya Sungyeol lagi. Jihyun mengangguk sambil memasukkan handphonenya kedalam saku celana.

“Jadi, seorang LEE SUNGYEOL yang terkenal itu hanya tinggal disebuah kos-kosan murah seperti ini?” gumamnya sambil menekankan kata ‘LEE SUNGYEOL’. Sungyeol yang tersadar bahwa sebuah rahasianya terbongkar, langsung menarik tangan yeoja itu dan masuk kedalam kamarnya. Walau bagaimanapun, kamar Sungyeol tidak begitu buruk. Semua barang-barang didalam kamar Sungyeol tertata dengan rapi, dan tidak terlihat bahwa kamar itu terletak di sebuah kos-kosan murah.

“Duduk disitu..” kata Sungyeol sambil menunjuk sebuah bangku yang terletak didekat jendela besar diujung kamarnya. “Jadi- langsung ke intinya saja, jangan katakan semua tentang kehidupanku kepada teman-temanmu. Bagaimana?”

Jihyun berfikir sejenak. “Bagaimana ya?” gumamnya pelan. “Sungyeol oppa,sekarang sudah tidak ada yang gratis di dunia ini. Kamu tahu kan?” tanyanya. “Jadi, aku juga meminta ‘bayaran’ku.”

Sungyeol menghela nafasnya. “Apa yang kau mau?” tanyanya singkat.

Jihyun berfikir sejenak dan ia tersenyum penuh misteri. “Bagaimana kalau oppa menjadi ‘pacarku’ selama 2 bulan?”

“Mwoya?!” teriaknya sambil reflek berdiri. “Kau gila? Tidak mungkin aku mau menjadi namjachingu seorang yang baru kutemui tadi malam.”

“Ah, arayo~ kalau begitu…” yeoja itu mengeluarkan handphonenya, dan menekan nomor-nomor yang sepertinya sudah sangat dia hafal.

“Mau apa kau?”

“Menelepon temanku. Aku akan memberitahukannya bahwa oppa tinggal disini.”

“Ya! Babo!” Sungyeol merebut handphone itu dari genggaman tangan Jihyun. “NE, Ara~ tapi hanya 2 bulan.”

“Baiklah, jagiya~”

“Aish~ jangan lupa. Kita hanya pura-pura. Jika ada oranglain tahu tentang kehidupanku, perjanjian batal!”

_*_*_*_

Sudah 2 minggu, Jihyun mengikuti Sungyeol kemanapun. Jihyun benar-benar melakukan tugasnya sebagai ‘pacar’ seorang Lee Sungyeol.

“Jagiya, sudah makan?” tanya Jihyun di telepon. “Aku sebentar lagi akan sampai disana, kalau kau belum makan, biar aku beli beberapa snack untuk membuatmu lebih kuat dari sebelumnya. Bukannya kau akan menjadi DJ selama 4 jam hari ini?”

Sungyeol meladeni semua pertanyaan dari ‘pacar’nya itu dengan tulus. Sepertinya, 2 minggu terus menerus di’teror’ oleh gadis seperti itu membuatnya telah terbiasa diperlakukan seperti pacar sungguhan gadis aneh itu.

Jihyun sampai ditempat Sungyeol akan bekerja. Jihyun memasuki ruangan istirahat Sungyeol dan mengeluarkan banyak kotak-kotak ramen. “Aku tahu kalau kau belum makan. Makanlah.. walau hanya beberapa ramen, yang penting kau makan.” Jihyun memasak air panas untuk ramen Sungyeol. Sungyeol hanya menatap kelakuan ‘pacar’nya itu.

“Jihyunna..” panggilnya pelan. “Kau tidak merasa aneh memperlakukanku seperti namjachingumu?”

“Aniya~ aku melakukan ini karena aku suka. Hanya 2 bulan kan?”

“Jihyunna.. kalau misalkan aku memintamu menjadi yeojachinguku yang sesungguhnya bagaimana?”

Jihyun terdiam dan memandang air panasnya dengan tatapan kosong. “Jihyunah~ sadarlah, aku hanya bercanda! Ternyata sangat mudah menggodamu. Dasar anak kecil!” kata Sungyeol sambil mengacak-acak rambut Jihyun yang terikat rapi.

“Ini air panasnya. Mana ramennya? Jangan bilang kalau oppa belum memasukkan bumbunya? Aish~”

_*_*_*_

‘Tidak! Ini tidak bisa dibiarkan. Aku tidak boleh membuat Sungyeol oppa menyukaiku. Ini tidak benar! Aku bodoh telah memintanya menjadi namjachinguku~ Kukira tidak akan seperti ini jadinya. Aish~ bodoh! Jihyun bodoh!’

“Jihyunna~” panggil Sungyeol pelan.

“Mwoya? Oppa mau mengangguku lagi? Simpan saja kata-kata anehmu itu untuk yeoja yang lain. Aku tidak akan mempan!”

“Aniya.. aku hanya memanggil. Jihyunna~”

“Mwo?”

“Jihyunna~”

“Mwoya?”

“Jihyunna~”

“Aish, babo!”

Jihyun meninggalkan Sungyeol sendiri diruangan itu. Jihyun melangkahkan kakinya, dan meninggalkan klub malam itu.

_*_*_*_

“Oppa~ waktunya tinggal hari ini saja. Hahaha~ Gomawo telah mengizinkanku menjadi yeojachingumu selama 2 bulan. Aku berjanji tidak akan membocorkannya pada yang lain. Nan yaksokhaeyo..”

“Jihyunna~”

“Mwoya?”

“Jihyunna~”

“Jangan ulangi lagi. Jinjja~ suaramu membuatku merasa ada hantu disekitarku yang sedang memanggil namaku ‘Jihyunna~’ atau ‘Jihyunna~~’ aish~ seram” umpatnya sambil meniru suara-suara hantu yang menurutnya menyebalkan.

Sungyeol menatap yeoja berambut panjang didepannya sedang mengumpat kesal. Ia menarik tubuh yeoja itu dan merapatkannya kedalam pelukan hangat yang diberikan oleh seorang DJ terkenal, Lee Sungyeol. “Jangan katakan..” kata Jihyun pelan. “Aku mohon, jangan katakan..”

“Saranghae..”

“Oppa jahat! Aku sudah bilang, jangan katakan!” Jihyun menangis sambil memukul pelan lengan Sungyeol. “Sudah cukup aku bisa merasakan jadi yeojachingumu selama 2 bulan. Sudah cukup! Aku tidak perlu lebih, oppa. Jinjja~ aku mau pergi!” Jihyun berusaha melepaskan pelukan Sungyeol.

“Selama ini, selama 2 bulan ini, entah kenapa aku tidak pernah marah dan merasa kesal saat kau meneleponku sejam sekali. Tidak mengangguku. Tidak~ apa salahnya berkata bahwa aku mencintaimu? Kau juga ingin itu kan? Kalau tidak, untuk apa kau memintaku menjada namjamu walau itu hanya 2 bulan. Sekarang kau boleh menyebarkan semuanya. Aku tidak akan memutuskan hubunganmu denganku”

Jihyun terdiam dalam tangisnya. “Tidak bisa..” Jawabnya. “Tidak mungkin bisa lebih dari 2 bulan.. Mianhae~”

FIN ♥

Thanks for reading ~

Please leave your comment..

Komentar (1)

Tulisan yang Lebih Tua »
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.