Title : Summer’s memories [Memories of Summer]
Cast : Lee Injun, Kim Rin Ri
Other Cast: Jo Kwang min
Leght : One shoot
NB: Judul ga sesuai dengan isi, itu saya soalnya lagi demen lagu DAIKOKU DANJI yang MEMORIES OF SUMMER, jadi saya bikin aja >w<
☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆♡
Musim semi berganti musim panas. Seorang yeoja sedang duduk di bawah pohon sambil membaca buku cerita fiksi. Sesekali yeoja itu mengarahkan pandangannya kekanan dan kekiri mencari sesuatu atau mungkin seseorang. Kaki putihnya di selonjorkan (?) dan tubuhnya disenderkan (?) di batang pohon besar yang teduh itu. Tidak lama kemudian, seorang namja datang, dan langsung membaringkan kepalanya di kaki putih yeoja itu. Yeoja itu kaget, dan mengalihkan pandangannya kearah kakinya, lalu memukul lengan namja itu pelan, dan melanjutkan membaca buku fiksi yang sepertinya lebih bagus daripada apapun.
“Jagi~~” rengek namja itu karena merasa tidak diperhatikan. “Jagiya~~” panggilnya lagi. Namun yeoja itu tidak mengubrisnya, dan tetap saja membaca buku fiksi nya. Merasa kesal, namja itu menarik buku itu paksa, dan secara cepat, namja itu mengambil bibir yeoja itu – mencium nya sekilas.
“Ya! Injun-ah~” katanya yeoja itu kesal sambil mengambil kembali buku fiksi dari tangan namjachingu-nya itu, Lee Injun.
“Kalau kamu datang hanya untuk menggangguku membaca, lebih baik kamu pulang saja,” katanya sambil serius membaca lagi. Injun mengerucutkan bibirnya, dan membuat pipinya tampak lebih gembul (?) dari biasanya. Ia menarik tangan yeojachingu-nya itu, seperti seorang anak kecil yang sedang meminta permen kepada eommanya v(-_____-)v
“Kim Rin Ri-ya~” panggilnya sambil merengek. “Rin~ Rin~ Riiinnn” katanya lagi sambil menoel-noel(=w=”) lengan Rin Ri.
“Ya! Keanak-anakan sekali kamu~” balasnya sambil mencubit pelan pipi Injun. “Baiklah~ mau kemana kita sekarang?” tanyanya sambil memasukkan buku itu kedalam tasnya.
Injun sendikit berfikir. Pipinya digembungkan – itulah kebiasaannya – dan diam sambil menatap keatas. “Toko ice cream~” katanya dengan nada imut yang membuat EunJay couple muntah(>w
“Toko ice cream?” ulang Rin Ri sambil berfikir sebentar. “Jinjja~ adikku saja tidak seanak-anakan kamu tingkahnya, Injun-ah~” katanya sambil menarik tangan Injun yang sekarang sedang mengerucutkan bibirnya (udah jelek, makin jelek deh =w=”) #plak “Kajja~”
☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡
“ICE CREAM~~” teriak Injun didepan toko Ice cream yang baru buka itu.”Rin-ya~ lihat ini!” teriaknya lagi sambil menunjuk sebuah papan pengumuman. “Discount 50% untuk pasangan!” katanya semangat. “Palli~ ayo masuk!! kita beli yang banyak!~”
Rin menepuk jidatnya melihat tingkah Injun yang memalukan itu. Berteriak-teriak di depan toko ice cream seperti orang gila. Entah dulu kenapa dia bisa menerimanya, mungkin saat itu dia kena jampe-jampe injun =o=”)v
“Annyeonghaseyo~” sapa pelayan toko itu sambil membungkukan badannya. “Anda mau pesan apa?” tanyanya ramah sambil tersenyum.
Injun dengan semangat langsung memesan 2 ice cream besar rasa vanilla dan strawberry. “50% discount untuk pasangan kan? jadi harganya 5000won , OK?” kata Injun sambil mengeluarkan selembar uang 10ribu won.
“Ne? Kalian pasangan? oh mian~ tadinya aku kira kalian kakak-adik .__.” kata penjaga toko itu sambil mengambil uang yang di sodorkan oleh Injun.
Injun menatap Rin, lalu menarik pinggangnya, mendekat ke arahnya. “Dia pacarku, dan mungkin akan menjadi istriku ^^” katanya bangga, dan membuat orang-orang di toko itu muntah massal (eh?!)
Rin dan Injun mengambil ice cream mereka yang super duper besar, dan keluar dari toko ice cream itu. Mereka kembali ke taman tadi, dan memakannya di bawah pohon berdua. Namun Injun memperlihatkan wajah yang aneh, dan tidak seperti biasanya – ceria dan keanak-anakan =w=
“Wae?” tanya Rin yang bingung dengan sikapnya sejak pulang dari toko ice cream itu.
“Ani~ aku hanya bingung, kenapa orang-orang selalu bilang kalau kita mirip kakak-adik?” katanya sambil mengaduk-aduk icce cream vanilla nya.
“Injun-ah~…….”
“Mwo? tapi memang sepertinya kita mirip kakak-adik kan? Aku selalu mengganggumu saat kamu sedang membaca, lalu sikapku juga terlalu keanak-anakkan.” katanya. “Mungkin kita hanya cocok sebagia kakak-adik… iyakan? apa kamu tidak pernah merasa kalau hubungan kita seperti kakak-adik?”
“Ya! Injun-ah~……. dengarkan aku. Aku selalu menganggapmu seorang namja chingu, bukan dongsaeng.”
Injun tetap mengaduk-aduk ice cream nya dengan tatapan kosong. “Aku pergi, ya?” katanya akhirnya. Ia meninggalkan ice cream nya, dan pergi meninggalkan Rin sendirian. Rin menghela nafas pelan dan menatap punggung Injun yang sedikit demi sedikit tidak terlihat.
☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆ ♡ ☆♡
Sudah 2 minggu Rin dan Injun tidak bertemu. Biasanya mereka akan bertemu setiap hari, di tempat yang sama setiap jam 13.00, tepat setelah Injun selesai latihan dalam masa-masa trainee nya. Rin berfikir, mungkin Injun memang benar-benar meninggalkannya sekarang.
Rin duduk dibangku yang tersedia di pinggir sungai Han. Waktu di korea sudah menunjukkan pukul 12 malam, dan itu waktu yang tepat untuk Rin menangis. Sehari setelah kejadian itu, Rin tetap datang ke taman, melakukan aktivitasnya – membaca buku fiksi sambil menunggu Injun datang. Hari itu, Rin membawa ice cream vanilla kesukaan Injun. Siapa tahu, dengan memberikan Injun ice cream, Injun tidak pernah memikirkan kata-kata orang tentang mereka. tapi…. sejak hari itu juga, Injun tidak menampakan dirinya. Hilang~ Rin sudah mencoba menghubungi handphonenya, namun tidak pernah di angkat. Rin juga sudah mencoba datang ke dorm nya, tapi anggota lain bilang dia tidak ada. Akhirnya, di simpulkanlah, kalau Injun benar-benar meninggalkannya.
“Rin-ah~” panggil seseorang.
“Kwangmin-ah~” jawabnya sambil menghapus air mata yang terlanjur mengalir seperti sungai yang indah di malam hari #aelah bahasa gw abal#
“Jangan nangis…….”
“Ani~ aku ga nangis kok……” kata Rin sambil mengusap matanya lagi. Kwangmin menarik lengan Rin, dan memeluknya.”Kwangmin-ah~ lepaskan…..” kata Rin sambil terisak.
“Rin-ah~ biarkan aku tetap seperti ini. Tetaplah menangis sesukamu. Aku akan mendengarkan……”
Tanpa mereka sadari, Injun sedari tadi memperhatikan dari kejauhan apa yang sedang Rin dan Kwang lakukan. Ia menatapnya dengan tatapan yang sangat tidak bisa digamparkan (eh~) gambarkan maksudnya. Wajahnya menampakkan kalau dia kesal, tapi disisi lain bisa di gambarkan kalau dia sedih dan nterpukul.Entah keberanian dari mana, Ia datang dan menghampiri Kwang-Rin.
Injun menarik lengan Rin dan menjauhkannya dari Kwang. Injun menarik kerah baju Kwang dan melemparkan tubuh Kwang ke tanah, dan Kwang menatap Injun dengan tatapan tidak terima. Kwang berdiri, merapikan bajunya, dan menatap Injun dengan tatapan merendahkan. “YA! Kau berani melawanku!?” teriak Kwang kepada Injun. Injun yang tadinya akan membawa Rin pergi dari situ, langsung menatap Kwang dengan tatapan seperti ingin membunuh (ergh~) lalu Ia menghampiri Kwang dan menonjok (y) pipinya. Darah keluar dari pinggir mulut Kwang. Kwang mengelap darah itu dengan jempolnya, dan tersenyum sinis menatap Injun. “Hanya segitu kemampuanmu?! Tidak malu ya!? Lihat, yeoja mu sekarang menangis untukmu!” katanya sambil berusaha berdiri dan membetulkan bajunya lagi (muahahah xD #eh~) Injun yang geram, langsung menghampiri Kwang, dan menggenggam kerah bajunya kasar.
“Dengar ya?! KAU HANYA ANAK KECIL YANG TIDAK TAHU APA-APA!” teriaknya tepat didepan kwang. (iyuhh, pasti bau mulutnya =w= #plakjeeder)
“YA! Kau yang anak kecil, INJUN-AH~” balas Kwang. Injun menonjok pipi Kwang lagi, dan memelintir (?) tangannya. Setelah itu, Injun mendorong Kwang jatuh ke tanah. Tangan Kwang patah (yeah~ ternyata gara2 Injun tangan Kwang kena perban undah 1 bulan ._.)
Setelah itu, Ia menarik tangan Rin dan membawanya pergi dari taman itu ke sebuah kedai kopi 24jam.
“Rin-ah~” panggil nya saat melihat Rin masih menangis sambil memegangi kopinya. “Mianhae~”
Rin tetap menangis, sambil menatap ke bawah, menghindari tatapan Injun. “Ani~ aku yang seharusnya minta maaf..”
“Rin-ah~……” Injun mengeluarkan sebuah kotak merah, dan menatap Rin dalam. “Rin-ah~….. maukah kau menikah dengan cowo kekanak-kanakkan seperti aku?” tanyanya sambil tetap menata Rin. Rin yang sedari tadi menatap ke bawah, langsung menatap Injun bingung.
“Ne?”
“Maukah Kim Rin Ri menikah dengan namja yang tidak bisa apa-apa seperti Lee In Jun?” ulangnya sambil membuka kotak merah itu. Ada sebuah kalung yang terdapat cincin didalam kotak itu.
“Injun-ah~…” kata Rin Ri dengan mata berkaca-kaca. Tanpa di suruh, Injun mengeluarkan kalung yang setiap hari di kenakannya.
“Sama kan? Kalung ini juga ada cincin nya
” *beneran ada loh kalung injun yang ada cincinnya ._. liat aja di Indonesia story 2 >w
“NE!” kata Rin sambil mengusap matanya yang sekarang mengeluarkan aliran sungai yang lebih indah lagi #ea bahasa gw bikin muntah#
“Saranghae, Rin ah~~” katanya dengan suara imut. “Mulai sekarang ke-aegyo-an ku hanya akan aku tunjukkan didepanmu~”
“Nado saranghae, teddy-ah~~”
“Kalau begitu, besok kita harus bertemu lagi seperti biasa di taman ! Mumpung masih musim panas, Rin ah~ dan………… ICE CREAM masih promosi!!”
“YA~ STOP memakan ice cream atau kau akan gendut seperti teddy~”
“Aku memang imut seperti teddy. Karena itu kan kamu suka sama INJUN-TEDDY♥”
“Aigoo~ tunggu… tapi tadi itu sangat keren. Saat kamu melempar Kwang ~ DAEBAK!”
“Itu hasil latihanku 2 minggu >//
“Ne?! Jadi 2 minggu ini kamu ke gym?!”
“Ne…~”
“INJUNNIE!!”
“MWO?”
END
Maaf kalo ff nya ganyambung, banyak kesalahan ngetik, terus cerita ga nyambung ok m(_ _)m